Ahad, 2 Ogos 2015

AKU ANAK PIMPINAN PAS (Siri 9)



Saya masih lagi tidak percaya dengan diri saya sendiri, bagaimana saya boleh siapkan catatan bersiri sehingga sampai siri yang kesembilan. Sungguh masih tak percaya, namun bak kata dalam lagu: “Percayalah...!!“ Maka, saya percaya kerana nukilan ini diilhamkan kerna saya sayangkan kesatuan, saya sayangkan kalian semua. Sebagaimana saya mahu tenang, dipersembahkan segala alternatif untuk tenangkan kalian juga.

Sebelum ini saya larutkan jiwa dan raga sahabat ke alam tafsir al-Qur’an. Sekarang, saya ingin upload and upgrade pemikiran sahabat ke satu proses (mempesonakan sahabat) via ilmu I’jaz al-Qur’an, ilmu ini pula saya kepilkan bersama fakta sains and ibrah (pengajaran). Istilah I’jaz diertikan sebagai ‘yang melemahkan’ mengikut terminologi Islam. Bagi mendaratkan (landing) ala-ala pesawat Malaysia Airline Boeing 777-200 jiwa dan raga sahabat ke lapangan kefahaman yang saya maksudkan ini, Surah al-Ibrahim ayat 24 dan 25 saya datangkan khas buat kalian.

Dalam ayat ini, Allah umpamakan orang-orang yang mengungkapkan kalimah yang baik bak sebatang pohon yang baik, akar tunjangnya tetap teguh, cabang pucuknya menjulang ke langit malah mengeluarkan buah tiap-tiap masa. Sungguh mengasyikkan perumpamaan Allah kepada kita. Kenapa Allah umpamakan kita dengan sebuah pohon? Tidak ada benda lain lagi ke yang sesuai untuk diumpamakan? Izinkan saya sahabat-sahabat untuk kita sama-sama terjun ke alam sains pertanian yang mungkin ada kalangan kita yang mempelajarinya semasa SPM.

Pohon @ tumbuhan sangat familiar dengan proses fotosistesis bermaksud proses pembuatan molekul makanan berenergi tinggi dari komponen yang lebih sederhana, yang dilakukan oleh tumbuhan autotrof (tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri). Proses fotosistesis ini menghasilkan karbohidrat dan oksigen daripada karbon dioksida, air dan tenaga cahaya matahari.

Sahabat, cuba fikir sejenak kita sebagai manusia… Kita sedut oksigen setiap masa dan dalam masa yang sama kita hembus karbon dioksida. Lihatlah fungsi pohon@tumbuhan saat itu, karbon dioksida cukup bahaya pada manusia, namun pada pohon@tumbuhan itulah makanannya. Hembusan berbisa pada manusia namun sangat bermanfaat kepada pohon@tumbuhan, malah dibalas manfaat tersebut dengan manfaat yang lagi besar iaitu mengeluarkan oksigen kepada semua makhluk. Betapa berjasanya pohon kepada kita dan sebab itu pemilihan pohon dalam perumpamaan ini jelas dan nyata bak bulan purnama dipagari bintang.

Oleh itu, ucaplah kata-kata yang baik sahabat-sahabat. Saat kita berhadapan dengan spesies-spesies manusia kurang akhlak dan adab, ucapkanlah juga kepada mereka kata-kata yang baik. Nescaya Allah pasti tidak akan menyia-nyiakan kebaikan yang sahabat-sahabat lakukan itu.

Berbicara soal emosi yang menjadi asbab pertelagahan terbesar sekarang. Sahabat, kita hidup dalam satu keluarga yang cukup besar, didalamnya terkandung pecahan keluarga yang cukup dikenali. Setiap keluarga pasti akan diketuai oleh ayahanda disusuli dengan tingkatan jalur kekeluargaan. Anaknya pula terlalu ramai dan mempunyai pelbagai latarbelakang dan sifat. Saat salah seorang ayahanda ini mengeluarkan kata-kata yang buruk kepada ayahanda yang lain. Secara tidak langsung pasti akan mengundang kemarahan anak-anak mereka dan menyebabkan situasi menjadi semakin parah. Saat itu, kembalilah semula kepada asal usul kita. Kita manusia bukan malaikat, semua antara kita mempunyai kekurangan. Belajarlah sahabat-sahabat untuk menghormati, usah cerca dan usah fitnah sahabat. Sambutlah semua dengan kata-kata yang baik.

Kita bisa kuat pabila kita pandai menghormati antara satu sama lain.. dan kita bisa terjunam ke lembah perpecahan malah diterukkan lagi dengan hempasan nilaian akhlak yang zero tanpa adab. Lemaslah dalam lautan persepsi dan minumlah secukup-cukupnya sampah kotoran kebiadapan kalian bila berhadapan dengan alam realiti. Bukan berfantasi ala-ala cerita Bajrangi Bhaijan.

Moga istiqamah ya sahabat grin emoticon

P/S: Maafkan sahabat saya Abdul Muqit Bin Muhammad kerna tidak bisa menitiskan air mata kerna beliau terlebih dahulu dibasahi oleh sang hujan yang turun mencurah-curah ha ha ha

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Catatan Popular